BERITA

07 Nov

Berbagi Kasih Di Pulau Seram Bumi Saka Messe Nusa #1

Ambon manise! Demikianlah ucapan pertama yang keluar saat Tim Satu Dalam Kasih LAI tiba di Ambon, provinsi Maluku. Sebuah kota yang indah dengan taburan puluhan kapal besar yang bersandar santai di pesisir pantai-pantai yang bersih. Tidak hanya itu, sapaan berupa senyum simpul pun kami peroleh, yang tidak lain adalah Ibu Pdt.Telly Tomasoa dan Bpk Pdt.Stephen Theorupun, selaku KKPD Mitra Ambon.

Agenda pertama kami adalah presentasi ke Gereja GBIS Jemaat Bethany dan GBI Focus On Ministry Passo. Dalam kesempatan ini, Tim Satu Dalam Kasih bersama KKPD Mitra Ambon kembali lagi berupaya untuk mengajak para jemaat agar dapat berpartisipasi dalam program Satu Dalam Kasih, khususnya untuk berbagi kasih kepada para anak-anak Allah yang masih memerlukan uluran tangan. Waktu sudah menunjukan 14.00 kami pun segera bergegas menuju pelabuhan Liang untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Seram. Tim Satu Dalam Kasih LAI dan KKPD Mitra Ambon bertolak menuju pelabuhan Waipirit menggunakan kapal fery selama dua jam perjalanan laut. Akhirnya kapal dapat bersandar di pelabuhan Waipirit walaupun dengan sedikit insiden kecil, yaitu menabrak dermaga oleh karena arus gelombang yang cukup kuat dan hujan yang cukup lebat. Setibanya di pelabuhan Waipirit, kami ternyata sudah ditunggu dengan sabar oleh Bpk Pdt. Jan Matatula, Ketua Klasis Kairatu bersama dengan Bpk Zem untuk melanjutkan perjalanan menuju kantor Pastori Klasis Kairatu.

Satu lagi hal yang menarik di Ambon dan mungkin tidak ada di tempat lain. Biasanya ketika kita dikota-kota besar kita hanya dapat mendengar bunyi lonceng gereja hanya pada hari minggu saja atau pun kadang tidak sama sekali, namun di desa Kairatu ini kebiasaan yang unik dan baik untuk dicontoh. Pada pukul 16.00 WIT, 21.00 WIT, 05.00 WIT para petua agama (Koster) membunyikan lonceng gereja pada waktu-waktu tersebut. Hal ini bukan tanpa sebab, ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa sudah saatnya untuk melangkahkan kaki menuju gereja dan berdoa syafaat bersama-sama. Sungguh terasa indah dan damai.

Sembari menikmati suasana pagi hari di kecamatan Kairatu Tim Satu Dalam Kasih LAI dan KKPD Mitra Ambon segera menjalankan agenda terpentingnya, yaitu mendistribusikan Alkitab kepada para jemaat. Hal ini ditanggapi dengan sangat antusisas oleh para warga jemaat khususnya anak-anak. Bukan tanpa sebab pula mereka sangat antusias. Menurut hasil wawancara Tim Satu Dalam Kasih kepada beberapa warga jemaat, Alkitab dan bacaan rohani terbilang sulit untuk diperoleh warga karena sebagian besar pedagang di Pulau Seram adalah orang Bugis dan bukan orang Nasrani sehingga mereka tidak pernah menjajakan Alkitab dan bacaan rohani di took-tokonya. Hal ini mengakibatkan warga kesulitan untuk mendapatkan Alkitab dan bacaan rohani karena harus menyebrangi lautan menuju kota Ambon untuk memperolehnya. Belum lagi stock yang sedikit dan sangat terbatas membuat tidak sedikit warga jemaat yang kecewa setelah mendapati dengan tangan hampa setibanya di kota Ambon.

Prosesi pendistribusian Alkitab oleh Tim Satu Dalam Kasih diawali dengan ibadah singkat yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pdt. Jan Matatula, lalu kemudian dilanjutkan sambutan oleh Pdt. Telly Tomasoa Mewakili MPH Sinode GPM. Beliau sangat berterima kasih kepada LAI dengan adanya program SDK LAI ini sangat membantu Sinode GPM yang sejak dulu punya program SASA (Satu Anak Satu Alkitab) yang belum tercapai. Berkat adanya program SDK dari LAI ini membantu Sinode GPM untuk dapat mewujudkan program yang belum terealisasi. Sambutkan dilanjutkan dari LAI Ibu Erna, beliau berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari jemaat. Dalam sambutannya, beliau kembali menegaskan bahwa LAI hadir untuk menghadirkan Firman Allah bagi umat yang membutuhkan agar ketika umat boleh membaca mereka dapat mengerti dan memahaminya lalu berinteraksi dengan Allah dan mengalami hidup baru di dalam Yesus Kristus. LAI hanya sebagai penyambung untuk menyampaikan dukungan para donator melalui Program SDK ini, jemaat tidak perlu membayarnya dengan uang, tetapi membayarnya dengan rajin membacanya setiap hari dan mengerti untuk menguatkan iman percaya mereka agar terus bertumbuh didalam Yesus Kristus, dan semakin banyak umat yang datang kepada Tuhan dan semakin banyak orang diselamatkan.

Dilokasi pertama pembagian ini yang dipusatkan di Gedung gereja Pantekosta Imanuel Kairatu dibagikan 2.838 Alkitab Anak, 2.750 Alkitab Dewasa dengan Kidung Jemaat, 282 Alkitab Dewasa, 15 Alkitab Edisi Studi, 1 Paket Sekolah Minggu dan 1.543 Komik Alkitab. Tim Satu Dalam Kasih LAI menyaksikan sukacita yang sangat luar biasa. Pada saat Tim membagikan Alkitab hampir semua anak-anak dan para warga jemaat sangat berdesak-desakan menghampiri Tim untuk mendapatkan Alkitab dari Tim, karena kerinduan mereka untuk memperoleh Alkitab. Setelah proses pembagian ditempat ini selesai, kami segera melanjutkan perjalanan lagi ke titik lokasi penyerahan ke dua diklasis Kairatu.

 

Arah jarum sudah menunjukan angka 14.30 delapan roda pun berputar mengantar Tim Satu Dalam Kasih dan LAI KKPD Mitra Ambon berrsama dengan Bpk Pdt. Jan Matatula menuju GPM Jemaat Seriholo yang dapat ditempuh sekitar 2 jam lebih dari lokasi kedua. Perjalanan ini menyusuri perkampungan warga yang berderetan ditambah pemandangan pinggiran pantai yang sangat menyilaukan mata serasa-rasanya Tim ingin turun dari mobil untuk singgah sebentar namun karena keterbatasan waktu, kami pun terus menambah kecepatan kendaraan yang kami tumpangi menuju lokasi penyerahan ketiga di klasis Kairatu.

Tepat pada pukul pada pukul 16.30 kendaraan yang membawa kami pun tiba gedung gereja GPM Jemaat Seriholo. Beberapa warga jemaat sedang asyik bercerita diluar gedung gereja yang hanya berdinding setengah dari batu dan setengah lagi papan menandakan kesederhanaan dari bangunan gedung gereja GMP Jemaat Seriholo. Di dalam gereja telah berkumpul seluruh warga jemaat, menanti kedatangan Tim Satu Dalam Kasih LAI untuk menyerahkan Alkitab yang sudah sangat lama ingin mereka miliki. Kami pun segera menyiakan segala persiapan yang perlu disiapkan. Acara segera dimulai diawali dari menyanyikan lagu, kemudian doa, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bpk Pdt. Jan Matatula. Selanjutnya Ibu Pdt. Telly memberikan sambutan mewakili MPH Sinode GPM sekaligus memperkenalkan Tim Satu Dalam Kasih LAI yang datang untuk menyerahkan Alkitab di pulau Seram. Ditengah-tengah perkenalan dan sambutan ibu Pdt. Telly, Bpk Pdt. Jan Matatula mendapatkan kejutan. Hari itu beliau bersama Istri tercinta tengah mengalami sukacita yakni ulang tahun pernikahan yang ke-25 tahun. Para jemaat yang hadir spontan menyanyikan selamat ulang tahun yang di pandu Ibu Pdt. Telly. Suasana pun larut dalam suasana sukacita karena kehadiran kue ulang tahun yang sangat sederhana yang dibuat oleh para majelis GPM Jemaat seriholo, yakni kue dadar dan panada yang disusun melingkar dan ditambah ditengahnya ada lilin yang cukup besar. Meskipun berbeda dari kue pada umumnya, namun tidak menghilangkan maknanya. Larut dalam suasana sukacita itu kami pun segera melanjutakan proses penyerahan Alkitab yang diawali dengan khotbah singkat dari Bpk Pdt. Santoni. Dilokasi ini Tim membagikan 526 Alkitab Anak, 10 Alkitab Dewasa, 1.130 Alkitab Dewasa dengan Kidung Jemaat, 7 Alkitab Edisi Studi, 3 Paket Sekolah Minggu dan 463 Komik Alkitab. (bersambung) [am]